Bata Ringan AAC – Autoclaved Aerated Concrete

SEJARAH

Bata Ringan pertama kali berasal dari Swedia (1923) kemudian dikembangkan oleh Joseph Hebel (1943) merupakan produk inovasi baru,apabila dibandingkan dengan teknologi bata merah (7,000 SM ). Awalnya pembuatan bata ini bertujuan mengurangi penggundulan hutan, melalui pengembangan lanjutan hasilnya, beton ringan aerasi ini dianggap sempurna, menjadi material bangunan yang ramah lingkungan, kuat, tahan lama, mudah dibentuk, efisien, dan berdaya guna tinggi.

Proses Pembuatan

Produk ini umumnya digunakan oleh pabrikan dengan investasi yang besar. Bahan baku yang digunakan adalah Semen, Pasir kwarsa , CaO (Kapur bakar), Aluminium pasta (Al) sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi).

Semua bahan baku dicampur sempurna, setelah itu akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan bata. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran dengan kawat dan dimasukkan Autoclave Chamber 

Setelah proses autoclave bata masih mengandung air sebanyak 25%, sebaiknya disimpan sampai 3-4 hari, agar kekuatannya sempurna karena penyusutan mulai terjadi pada saat proses pengeringan,apabila pengiriman dipaksakan persentase pecah dan susut akan lebih besar.

Bata Ringan tersedia dengan ukuran 600mmx200mm dengan tebal 75mm dan tebal 100mm, bentuk yang lain adalah berbentuk panel dengan ukuran 600mmx3000mm dengan ada rangkaian besi didalamnya.

Lubang-lubang kecil yang terbentuk pada bata  membuat bata menjadi ringan, mudah untuk aplikasikan, dipotong, menjadi 2 dengan gergaji atau bantuan palu karet seperti terlihat pada video ini:

https://youtu.be/RrgX69eCTSA

 

Keunggulan Bata Ringan

  • Tahan panas (thermal insulation)
  • Memiliki peredaman suara yang baik
  • Lebih akurat
  • Tahan api (fire resistant)
  • Lebih ringan dari bata biasa
  • Transportasi mudah karena ringan
  • Pengerjaan lebih cepat dan effisien
  • Mengurangi kebutuhan bekisting (formwork) dan perancah (scaffolding)

Aplikasi

Permukaan bata ringan banyak terlihat lubang-lubang kecil terlihat porous, kering, sehingga air akan mudah masuk dan menyerap di dalam bata. Karena hal tersebut butuh material khusus untuk aplikasi diatas agar hasilnya bisa maksimal

Air Masuk

 

Perekat bata ringan / thinbed 

Aplikasi dengan sekop bergerigi atau sendok semen dengan ketebalan 2- 4 mm. Campuran semen-pasir konvensional tidak disarankan sebagai pengganti perekat, karena hasil ikatan nya akan lemah dan mudah lepas. Perlu tambahan aditif semen MP-20 apabila ingin menggunakan semen-pasir konvensional.

 

Plaster – Aci

Sebelum pengerjaan plaster bata harus disiram sebelumnya  dengan air secukupnya, setelah itu bata dikamprot/didasari terlebih dahulu dengan adukan sebelum pengerjaan plaster.

Kerjakan terlebih dahulu bagian luar untuk mencegah penyerapan air dari luar secara berlebih,hal ini untuk mencegah retak dan susut serta timbulnya jamur dikemudian hari.

Bahan konvensional akan ada resiko lepas dan retak, sebaiknya menggunakan plaster mortar atau menambahkan aditif MP-20 Obat Semen untuk menambahkan kekuatan dan ikatan.

 

Penyimpanan

Jangan simpan bata langsung bersentuhan dengan tanah serta tutup/lindungi bata dari hujan untuk mencegah penyerapan air berlebih, kelembaban tinggi dikarenakan hujan.

 

Tips

  1. Lindungi bata dari kelembaban tinggi atau penyerapan air berlebih.
  2. Pada Kondisi kering dan panas, basahi bata dengan air secukupnya sebelum mulai aplikasi.
  3. Pasangan bata sebaiknya diikat/ diangkur ke kolom structural atau kolom praktis setiap 600 mm menggunakan besi sesuai dengan regulasi gempa pemasangan bata.
  4. Bagian atas pemasangan dinding dibawah balok jarak 10-15mm sebaiknya ditambahkan bahan yang lebih lunak seperti Styrofoam/plaster kekuatan rendah untuk  defleksi balok, mencegah retak diagonal pada dinding dan plaster.

  5. Aplikasi acian 2-3 mm langsung diatas bata ringan tidak disarankan, perbedaan penyerapan antara thinbed dan sambungan bata ringan akan meyebabkan susut serta retak sepanjang itu.
  6. Gunakan produk render (plester finish) 5 – 8 mm yang mengandung pasir halus dan aditif semen didalamnya untuk pengerjaan lebih cepat.
  7. Sambungan dengan beton pergunakan mesh /kawat ayam dan tambahan aditif bonding agent atau obat perekat seperti Mortarplus MP-40 /MP-48 Obat Perekat.

“ Bata ringan solusi alternatif terbaik untuk dinding yang mempunyai hasil dan perlakuan aplikasi berbeda dari bata biasa “

 

Published by michaelbacon

Spesialis Mortar dan Bangunan di Indonesia. Bekerja dengan produk mortar dari Tiga Roda dan aditif dari Mortarplus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: