Acian – Semen vs Mortar

Tidak ada yang meragukan bahwa semen Tiga Roda merupakan semen terbaik di Indonesia yang terkenal dan terpercaya.
Semen mempunyai kuat tekan yang tinggi dan kekuatan tarik yang rendah dan akan bereaksi sempurna apabila dicampurkan dengan batu split,pasir atau limestone ( batu kapur ). Pada campuran 15% sampai 35% semen, kita dapat membuat bahan bangunan yang sangat baik untuk pasangan bata, plester, acian, perata lantai, lem keramik dan beton.
Sebagian besar kontraktor di Indonesia masih mengaci dinding menggunakan semen saja dengan kualitas sangat buruk, banyak retak, lepas dan masalah pada cat. Mereka berfikir menggunakan acian semen lebih murah dan lebih mudah apabila mendapat masalah diatas     “yaa, Biasalah..!”


Acian Semen vs Acian Mortar
Harga
Semen Acian 50kg  – 62,000rp – coverage 15m2 –  4,133 rp/m2  (update Mar 2014 – 68,000 – 4,533rp/m2)
TR30 Acian Putih 40kg – 65,000rp – coverage 18m2 – 3,611 rp/m2 (Update Mar 2014 75,000 – 4,166rp/m2)
“TR30 lebih murah /m2”
Pengecatan
TR30 tidak perlu plamir sehingga lebih hemat 2,000 rp/m2 (update Mar 2014 3,000 – 4,000rp/m2)
TR30 sudah putih dan minimal bisa hemat  minimal 1 lapis cat  yaitu 3,000 rp/m2 (update Mar 2014 4,000rp – 5,000rp/m2)
“TR30 hemat 5,000 9,000 rp/m2 pada Cat”
Kualitas Cat
Semen Acian mempunyai masalah alkali tinggi dan dapat merusak warna cat. TR 30 tidak ada masalah karena alkali rendah.
Cat akan menempel lebih baik pada permukaan TR 30 daripada acian semen, TR30 tidak perlu primer dan sealer khusus.
Warna dari cat lebih cerah dan tahan lama dengan TR30 Acian Putih.
“TR30  memberikan hasil lebih baik pada pengecatan”
Aplikasi Lebih Cepat
Para tukang aci yang sudah menggunakan TR 30 berkata mereka aplikasi lebih cepat 4 kali. Mereka bisa aplikasi satu bidang langsung tanpa ada sambungan dengan hasil akhir yang baik. 
“TR30 lebih cepat dan hasil lebih baik”
Tahan Lama
TR30 Acian Putih mengandung additif polimer untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas ikatan acian. mengurangi retak, lepas dan lebih tahan lama. Acian Semen mudah retak dan lepas karena terlalu kaku dan tidak fleksibel
“TR30 lebih tahan lama”
Jadwal Proyek
TR30 dapat dicat setelah 5 hari dibandingkan dengan semen acian yang mana harus menunggu setelah 21 hari. Hal ini dikarenakan tingginya alkali pada semen acian dan dapat merusak cat apabila aplikasi terlalu awal.
“Jadwal proyek akan lebih cepat menggunakan TR30”
Lingkungan
TR30 lebih ramah lingkungan karena tidak banyak menggunakan semen , tidak banyak bahan terbuang dan lebih tahan lama. 
“TR30 lebih ramah lingkungan”
Pilihan terbaiknya sudah jelas.TR30 Acian Putih untuk berbagai macam alasan
jadi lain kali kontraktor harus bilang ……
                          
“yaa,.. TR30 aja!” 

Memperbaiki Rumah dan Bangunan Tua

Gedung Arsip Nasional, Jakarta (1760) salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yang harus dilestarikan.

Indonesia memiliki banyak bangunan tua dan bersejarah yang dibangun sebelum adanya semen, yang digunakan untuk dinding pada bangunan, mereka biasa menggunakan “Gamping” atau kapur hidup sebagai pengikat untuk pasangan bata, plester dan acian.Banyak dinding bangunan tua di Indonesia yang telah rusak dan diperbaiki dengan cara yang salah. Dalam memperbaiki bangunan tersebut harus menggunakan teknik dan bahan yang sama. Sangat penting bagi pemilik, desainer dan kontraktor memahami cara terbaik dalam melestarikan bangunan warisan kita.

Gamping

Ketika batu kapur dipanaskan lebih dari 900 °C secara kimiawi batu kapur berubah menjadi quicklime dan dengan penambahan air menjadi Hydrated lime atau Kapur hidup. Bahan ini kemudian akan berubah secara kimiawi lagi apabila dicampur dengan air yang banyak serta akan mengikat setiap partikel pasir atau agregat yang sejenis, hal ini hampir sama dengan cara kerja semen. gamping adalah salah satu bahan pengikat yang lebih fleksibel dan lebih lunak dibandingkan dengan semen dan telah menjadi bahan bangunan yang efektif selama lebih dari 4.000 tahun.

Semen ada baru sekitar 200 tahun terakhir dan tersedia di Indonesia untuk konstruksi dinding bangunan sejak tahun 1975. Jadi setiap rumah dan bangunan yang dibangun sebelum tahun 1975 mungkin dibangun menggunakan “Gamping”
Gamping dicampur dengan pasir halus, dan batu bata atau genteng yang dihancurkan untuk membuat pasangan bata dan plester serta, setelah itu digunakan sebagai  acian untuk mendapatkan hasil yang halus putih diatas plester. Gamping juga digunakan sebagai cat putih atau warna terang yang disebut kapur cuci.
Manfaat dari Gamping adalah lebih fleksibel dan tahan retak susut dari pergerakan pada  dinding. Jika retakan yang terbentuk dari gerakan struktural mereka juga akan “Self Heal” atau menyambung dengan sendirinya dari waktu ke waktu  dengan bantuan sirkulasi air.
Negatif dari Gamping adalah mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mengeras dan mereka dapat menjadi lunak dan hancur jika terkena air terus menerus. Dinding yang harus dijaga dengan baik biasanya dicat ulang setiap tahun dengan kapur cuci
Retak dan lepas dikarenakan masuknya air kedalam dinding yang merusak 
plaster dan acian pada bangunan lebih dari 250 tahun.
Ada banyak contoh bangunan lebih dari 2.000 tahun di Mesir dan kota-kota Romawi sampai waktu yang lama mereka masih dalam kondisi baik hari ini yang menunjukkan kekuatan yang cukup oleh Gamping pada bangunan.

Perbaiki Dinding

Dalam memperbaiki dinding bangunan tua pemilik bangunan bersejarah dan desainer dapat menggunakan gamping dan bata yang sudah dihancurkan, dan  harus sama dengan bangunan aslinya, hal ini mungkin tidak praktis untuk berbagai kasus. Alternatifnya adalah dengan menggunakan mortar premixed ( campuran semen pasir ) yang menggunakan aditif kapur, semen dan bahan kimia lainnya untuk memberikan fleksibilitas dan ikatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki dinding lama.
Menggunakan campuran semen dan pasir biasa atau acian semen hanya akan menyebabkan retak dan tidak akan mengikat baik dengan campuran semen pasir lama yang menempel pada dinding. Plester dari semen pasir biasa dan acian semen terlalu kaku dan keras, akan menyebabkan dinding retak. Kualitas Pasir yang buruk yang tersedia di Indonesia juga akan menimbulkan masalah di masa yang akan datang.
TR30 Acian Putih adalah campuran dari semen dan kapur ditambah dengan aditif polimer untuk membuat lebih  fleksibel dan ikatan yang baik. Produk ini merupakan pilihan yang terbaik yang mirip dengan bahan Gamping lama untuk perbaikan bangunan tua,
sedangkan untuk memperbaiki pasangan bata dan plesternya , dapat menggunakan campuran TR30 Acian Putih dengan 40% pasir bersih halus atau batu bata yang sudah dihancurkan. 


Bila diperlukan untuk lebih tahan air kami sarankan menambahkan 2% latek acrylic bonding agen atau lem putih. Indocement akan memproduksi plester dan pasangan bata berbahan batu kapur disebut TR20 yang akan tersedia akhir tahun 2012. Produk ini pun akan cocok untuk perbaikan bangunan-bangunan tua.

Alasan Kerusakan

Cara yang terbaik sebelum memperbaiki retak atau acian rusak adalah memeriksa terlebih dahulu alasan mengapa dinding itu rusak. Jika retak disebabkan oleh gerakan struktural maka diperlukan suatu bahan untuk memperkuat pondasi  atau membuat nat atau celah antara dinding dengan kolom struktur atau dengan balok yang diisi dengan bahan yang lebih fleksibel.
Jika kerusakan disebabkan oleh kebocoran atap, jendela dll maka mereka harus memperbaiki terlebih dahulu. Jika masalahnya adalah dari kelembaban yang tinggi dikarenakan air tanah yang naik, harus dibuat lagi tambahan drainase hal ini diperlukan untuk menjaga dinding tetap kering.

Pengecatan

Gunakan cat akrilik berkualitas tinggi yang akan memungkinkan dinding untuk “bernapas” dan memudahkan air menguap dari dinding. Cat berasal dari kapur cuci tua yang mungkin terlalu lunak dan berdebu hal ini harus dibersihkan terlebih dahulu dan diikat dengan sealer acrylic sebelum pengecatan.
Cat Acrylic sangat cocok dengan acian yang mengandung kapur dan akan melindungi dinding untuk 5-10 tahun.
Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah yang berada dalam kondisi kurang terawat. Kita semua harus menjaga dan menghargai sejarah secara baik untuk generasi masa depan. 
Bangsa Romawi telah mempertahankan bangunan mereka selama ribuan tahun. Dengan beberapa perawatan dan perbaikan yang tepat sejarah kita juga dapat dilestarikan.

Gunakan Alat yang Benar


 Kualitas pengerjaan akhir dinding tergantung dari:

  • Kualitas material
  • Kemampuan tukang
  • Alat yang benar
Banyak macam-macam alat untuk aplikasi pekerjaan plaster dan acian, dan biasanya mereka membuat peralatan itu sendiri yang apabila selesai pekerjaannya langsung dibuang. Mereka umumnya membuat dari bahan bekas di proyek, tidak ada lagi biaya tambahan yang dikeluarkan untuk itu kecuali waktu. Sayang mereka membuatnya dari sisa-sisa bahan seadanya sehingga hasilnya pun kurang maksimal dan kualitasnya kurang baik. Berikut adalah beberapa tips alat yang benar yang seharusnya mereka gunakan.

Roskam Kayu
Digunakan untuk aplikasi plester dengan ketebalan 8 sampai 15 mm. Hasil akhirnya tidak akan halus, karena kayu sebagai alat aplikasi akan menarik pasir pada plaster ke permukaan sehingga menjadi kasar dan kurang bagus untuk aplikasi acian. Jangan menggunakan alat ini untuk acian karena hasilnya akan kasar dan lebih tebal. Pada acian putih akan meninggalkan noda cokelat kekuningan.



Jidar
Untuk aplikasi plester yang rata di antara kepalaan. Dalam aplikasi jidar, sebaiknya menggunakan jidar dari bahan aluminium. Aplikasi acian pada dinding lebar dapat menggunakan jidar pula dengan bantuan kawat.

Sendok Semen

Untuk mengaduk bermacam-macam mortar (adukan semen pasir) seperti pasangan bata dan plester semprot.










Roskam Besi

Untuk aplikasi acian dan skimcoat yang halus serta tipis. Aplikasi ini umumnya dengan ketebalan 1 mm-3 mm dan menghasilkan hasil yang halus dan rata. Alat yang hampir sama dapat dibuat oleh tukang dari pipa paralon PVC yang dipotong dan diratakan dengan ukuran yang sama seperti pada gambar di atas. Jangan menggunakan roskam besi untuk plester, hasilnya akan halus dan bergelombang serta membawa air semen ke permukaan. Hal di atas akan mempersulit dalam aplikasi acian.


Blok Styrofoam atau Karet
Untuk menggosok acian setengah kering guna menghasilkan permukaan yang keras, halus, dan rata. 
Roskam Bergerigi
Alat khusus ini untuk aplikasi perekat bata ringan. Jarak setiap jalurnya kurang lebih 5 mm dan akan menjadi rata setelah diletakkan bata di atasnya, sehingga dapat menghemat bahan dengan daya rekat yang maksimal.



Palu Karet

Alat ini digunakan untuk merekatkan bata ringan sehingga sambungan lebih kuat dan tipis tanpa memecah bata ringan yang di atasnya.


Alat Kerja Dilapangan 
Alat yang kecil untuk aplikasi acian konvensional, jangan menggunakan alat ini untuk aplikasi mortar. Menggunakan alat ini cara kerjanya akan lebih lambat dan hasilnya kurang baik. Alat yang besar untuk aplikasi plaster, yang baik menggunakan triplex dengan ketebalan > 5 mm agar lebih kuat dan tahan lama.


Kokoh Artikel (iBook and PDF)

I have compiled all the Indocement Kokoh magazine Mortar Articles into one document for downloading or reading. On the right is a link to the PDF file for the Kokoh Articles. It is 9Mb and is low resolution photos. or Click –> Kokoh Mortar Articles


If you would like an iBook version for your iPad then send me an email and I will email the full high resolution ibook to you. Make sure you have downloaded the free iBook app from the app store and then open the email I send to you in your iPad. The full version is 17Mb.
Email me at doctormortar@gmail.com


The iPad version only works on an iPad.




Saya telah mengumpulkan semua artikel majalah Kokoh menjadi satu dokumen untuk download atau membaca. Di sebelah kanan adalah link ke file PDF untuk AnggaranKokoh. Hal ini 9Mb dan foto resolusi rendah. atau Klik -> Kokoh Mortar Articles


Jika Anda ingin versi iBook untuk iPad Anda kemudian mengirim saya email dan saya akan email iBook resolusi penuh tinggi kepada Anda.Pastikan Anda telah download aplikasi iBook gratis dari  Apple app store dan kemudian buka email yang saya kirim ke Anda di iPad Anda.Versi lengkap adalah 17MB.Email saya di doctormortar@gmail.com

Versi iPad hanya bekerja pada sebuah iPad.

Air sebagai Sahabat dan Musuh bagi Mortar

Mengendalikan air pada suatu proyek bangunan sangat penting dalam mencapai hasil yang terbaik terutama untuk dinding bangunan. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menyingkapinya :
1. Selama musim hujan kita harus menutupi bata merah atau bata ringan sewaktu diantar ke proyek. Kita perlu melindungi tumpukan batu bata dari hujan sehingga mereka tidak menyerap terlalu banyak air sebelum diaplikasikan. Keduanya sangat menyerap dan dapat menyimpan banyak air yang akan mempengaruhi waktu pengeringan dalam pengerjaan pasangan bata, plester, dan acian.
Ditutupi Bata Dari Hujan

2. Pemasangan atap terlebih dahulu merupakan langkah yang terbaik sebelum memulai plester, agar batu bata memiliki waktu untuk kering dan dinding akan terlindung dari hujan. Jika dinding dibiarkan terbuka akan terkena hujan maka kita harus menyiapkan terpal untuk menjaga dinding agar tetap kering dan untuk melindungi plester serta acian selama aplikasi. Foto di atas menunjukkan bahwa kontraktor telah menyiapkan penutup yang baik untuk dinding yang terbuka selama pembangunan pada desain minimalis.

Menjaga hasil pengerjaan acian pada area yang terbuka setidaknya satu hari setelah selesai aplikasi, agar terlindungi dari hujan. Hujan dapat mudah terserap masuk ke dalam acian yang masih basah ( belum kering sempurna ) kemudian akan melemahkan ikatan pada plester atau dapat merusak permukaan aciannya.
Kristal dari Hydrasi Semen

3. Air sangat penting untuk menambah kekuatan pada setiap produk yang mengandung semen. Jika pasangan bata, plester atau acian mengering terlalu cepat kita mendapatkan hasil yang lemah atau berdebu. Seiring dengan waktu kekuatan semen akan terjadi peningkatan,yang mana proses itu disebut “Hydrasi” dan pada mortar kita dapat mencapai kekuatan 80% sampai 90% dalam waktu 2 minggu setelah aplikasi. Jika dinding mengering terlalu cepat tidak ada proses hydrasi pada semen maka peningkatan kekuatan akan otomatis berhenti.

Hindari Aplikasi di bawah terik matahari langsung atau dalam kondisi berangin kencang. Seorang tukang yang berpengalaman dan bagus, lebih mengerti terhadap jumlah air yang diperlukan untuk membasahi dinding plaster untuk mengaci, yang mana jumlahnya tergantung pada kondisi dinding dan cuaca.
4. Plester Tradisional memiliki resiko penyusutan yang sangat tinggi yang disebabkan oleh kandungan lumpur yang tinggi pada pasir, gradasi buruk dari pasir atau kandungan semen yang tinggi. Penyusutan berbanding lurus dengan peningkatan kekuatan, kira- kira 80% – 90% baru selesai setelah 2 minggu. Jangan aplikasikan acian (tradisional atau mortar) sebelum 2 minggu,apabila plester mengalami penyusutan, maka akan menyebabkan keretakan pada acian
5. Kelembaban air dalam dinding dapat berasal dari berbagai sumber:
  • Air yang terperangkap dalam batu bata
  • Plester yang belum kering / masih basah
  • Terkena hujan langsung
  • Cuaca lembab
  • Kelembaban dari tanah
  • Membasahi dinding terlalu banyak sebelum aplikasi acian
Pada pengeringan sempurna kami menargetkan kandungan kelembaban air kurang dari 15%. Jika kelembabannya lebih tinggi dari itu maka waktu pengeringan akan lebih lama.
Salah Persepsi “Mortar adalah lama kering”
Banyak Toko, Tukang, Mandor dan Kontraktor percaya bahwa mortar tidak bagus karena “lama Kering”. Memang benar apabila jika kita membandingkan 1m2 acian semen murni dengan 1m2 dari acian mortar, semen murni tentu akan lebih cepat kering sehingga lebih mudah terjadi retak dan lepas karena faktor cepat kering.

Mereka semua tidak menyadari bahwa dalam hal effisiensi keuntungan, kecepatan dan kualitas kita harus melihat proses rencana pengerjaan bangunan itu secara keseluruhan seperti yang tertera pada Tabel 1. Terlihat bahwa Acian Semen Tradisional jauh lebih lama dalam hal aplikasi – pengeringan – pengecatan dibandingkan dengan Mortar Acian.
Table 1 

Dalam contoh ini kita dapat melihat TR30 Acian Putih telah mengurangi hampir dari setengah dari rencana program pembangunan. Pengeringan plester untuk kedua produk adalah 14 hari. Aplikasi Semen Acian butuh 4 hari dan Acian Putih memerlukan waktu 2 hari. Waktu pengeringan sebelum pengecatan adalah 21 hari untuk Semen Acian dan 5 hari untuk TR30 Acian Putih. Waktu pengecatan adalah 8 hari untuk Acian Semen dan 4 Hari untuk TR30 Acian Putih.

TR30 Acian Putih benar-benar Lebih Cepat, Lebih Bagus dan Lebih Ekonomis! 

Lebih Bagus, Cepat dan Ekonomis

 Pemilik rumah di daerah Alam Sutra Jakarta menginginkan kualitas bangunan yang baik sebagai rumah impian masa depan keluarga dan mereka memastikannya dengan mengambil kontraktor dengan mandor serta Tukang yang melakukan pekerjaan ini dengan baik. Pertama-tama mereka menggunakan Acian Semen tradisional dan memiliki masalah yang sudah biasa terjadi yaitu retak dan pecah sehingga mereka memutuskan untuk mencoba TR30 Acian Putih.

Setelah mendapat pelatihan teknis dari Teknisi Tiga Roda, Mandor dan Tukang mengikuti aplikasi seperti yang direkomendasikan. Hasilnya menjadi salah satu aplikasi terbaik yang pernah saya lihat.

“TR30 Acian Putih Solusi Berkualitas”


Berikut adalah beberapa poin penting dari kontraktor yang harus diikuti untuk memastikan mendapat hasil terbaik:

1.Proyek dapat menggunakan bata ringan atau bata merah presisi untuk mendapat hasil yang baik.
2. Saluran listrik, air dan A/C pipa dipasang terlebih dahulu masuk di dinding bata dan diberikan kawat pengikat lalu diisi dengan bahan plester setelah itu dibiarkan kering selama 2 minggu.

3. Kolom beton diplester menggunakan bonding agent latek ( calbond ) untuk membantu ikatan dan elastis.
4. Plester diaplikasikan rata dan dengan tepi yang tajam tidak pecah pada tepinya. Hal ini menghasilkan kualitas Acian Putih yang baik, tajam dan keras di sudut. Setiap penyusutan retak atau lubang di plester diisi sebelumnya menggunakan TR30.

5. Plester dibiarkan kering selama lebih dari 1 bulan sebelum pekerjaan acian (kami sarankan minimal 2 minggu). Pengujian kami menunjukkan bahwa kadar air plester mereka lebih rendah  dari 15% dari yang direkomendasikan.

6. Lantai dasar dikerjakan terlebih dahulu sebelum aplikasi Acian, hal ini untuk membuat acian  tetap bersih dan terjaga dari resiko kerusakan. Dinding dipersiapkan juga untuk aplikasi keramik yang akan dikerjakan  setelah aplikasi acian.
7. Pastikan atap sudah terpasang.
8. Pastikan rangka Plafon sudah terpasang.
9. Dinding luar sudah selesai Plester.

10. Pengerjaan acian mulai dari lantai sampai plafon selesai dalam satu aplikasi untuk menghindari sambungan.
11. Dinding dibasahi sebelum aplikasi, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.
12. TR30 Acian Putih diaplikasikan dengan ketebalan 1.5mm menggunakan roskam besi. Sudutan dibentuk dengan menggunakan besi persegi empat yang menempel pada  ujung tepi yang berfungsi sebagai bekisting.
13. Setelah 30 menit TR30 sudah siap untuk digosok menggunakan styrofoam atau karet keras halus.
14. Kontraktor memastikan bahwa Acian tidak mengering terlalu cepat dan akan disiapkan penutup  untuk melindungi aplikasi apabila diperlukan.
15.Proyek menambahkan 2% latek bonding agen pada  TR30 untuk aplikasi dinding luar yang terkena langsung cuaca. Hal ini berfungsi untuk menambah kekuatan ikatan, fleksibilitas dan tahan air yang lebih baik.
16. Mereka juga telah menambahkan 2% latek bonding agen pada TR30 untuk aplikasi langsung pada  beton.
Kontraktor dan pemilik sangat senang dengan hasil dan aplikasi yang jauh lebih cepat daripada pengacian menggunakan semen tradisional, dengan Tim (2 tukang & 1 kenek ) dapat mencapai 18m2 per sak dan dapat menghabiskan 3 sak per hari atau (54m2 per hari).
Acian adalah salah satu pengerjaan finishing, begitu pula TR30 merupakan produk finishing yang mempunyai keunggulan bisa dicat setelah 5 hari, jadi akan lebih baik untuk pengerjaannya apabila dinding, lantai dan atap sudah terpasang dan dipersiapkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. 
Persiapan dan penanganan yang baik dari kontraktor dalam proyek ini di daerah Alam Sutra dapat menunjukkan hasil kualitas maksimal  yang dapat dicapai dengan menggunakan TR30 dengan biaya yang lebih murah  dari pada semen acian tradisional.
Persiapan yang baik, tukang yang terlatih dan produk yang baik seperti TR30, akan mendapatkan hasil kualitas yang sangat baik dengan biaya yang lebih murah.

Chemical Burns from Cement Acian

kebakar air acian semen

Acian Semen Murni sangat berbahaya bagi tukang yang dapat menyebabkan luka bakar serius pada kulit mereka.

Hal ini sering terjadi pada Tukang Aci” apabila sedang melakukan pengacian menggunakan semen. Semen basah memiliki tingkat alkali yang sangat tinggi yang akan menyebabkan pembakaran pada kulit apabila terkena untuk jangka waktu tertentu. Salah satu tukang baru-baru ini mengatakan kepada saya ia hanya dapat bekerja selama 5 hari dan kemudian harus beristirahat selama beberapa waktu sampai kulitnya pulih, baru meneruskan pekerjaannya kembali. Contoh luka yang sangat parah seperti terlihat di foto. Reaksi pembakaran pada awalnya mengubah kulit hitam dan kemudian membakar melalui semua lapisan kulit ke dalam otot dan tulang.

Banyak tukang aci terkadang mengambil atau mencampur semen menggunakan tangan atau sekop yang kecil sehingga banyak semen yang menempel pada tangan,apabila terkena air tanpa disadari mulai membakar kulit mereka. Dalam hal aplikasi beberapa tukang menggunakan alat yang kecil dan membiarkan semen menempel langsung pada kulit tangan sehingga mengakibatkan hal yang sama.


Menggunakan TR30 Acian Putih tidak memiliki efek membakaran yang sama seperti pada acian semen. Tukang memberitahu saya bahwa mereka masih bisa tetap bekerja tanpa ada masalah dengan tangan mereka. Ini salah satu keuntungan besar bagi tukang, mereka memberitahu saya juga bahwa mereka dapat mencampur TR30 jauh lebih mudah dengan sendok semen dan mereka dapat mudah mengaplikasikannya dengan roskam baja besar yang menjaga tangan mereka tetap aman.

TR30 Acian Putih adalah cara yang aman untuk menyelesaikan dinding.Tukang dapat bekerja lebih cepat dan mereka sangat senang karena tangan mereka tidak terluka.

Si Putih Mantap!

TR30 Acian Putih semakin nge-top
Menurut keterangan pemilik Toko Bambang Putra di Tanjung Priok, yaitu Ibu Berlianti, kontraktor dan tukang kini menyadari manfaat dari TR30 Acian Putih karena lebih cepat, kualitas yang lebih baik dan lebih murah daripada semen acian tradisional dan merek lain. Sekarang menurutnya banyak para pelanggan mulai banyak mencari
“Si Putih”.
Salah satu manfaat dari TR30 adalah pada saat pengecatan karena warna TR 30 sudah putih sehingga warna cat lebih terang dan untuk warna cerah bisa dicat hanya dengan 2 lapis cat.
Permukaan TR30 sangat baik untuk pengecatan karena permukaannya sedikit poros sehingga cat dapat mengikat dengan sangat baik oleh karena itu tidak memerlukan primer khusus untuk membantu ikatan pada cat pada permukaannya dan tidak memerlukan sealer pada kondisi dalam untuk mencegah cat dari rembesan ke permukaan.
TR30 Acian Putih dapat membantu mencegah garam alkali datang ke permukaan yang berasal dari garam terlarut dalam batu bata, semen dan pasir dan akan merusak cat. Mereka terlarut dalam air apapun yang berasal dari bocor melalui dinding maupun dari air selama pembangunan.      Ketika air menguap ke permukaan akan meninggalkan garam sebagai deposit putih di bawah atau di atas cat.
Masalah serangan alkali dapat juga mengubah warna cat karena reaksinya.
Sebagian besar masalah alkali berasal dari penggunaan semen sebagai acian pada dinding yang memiliki masalah rembesan air. Keluarnya air dapat berasal dari pipa air, atap, jendela, kelembaban dari tanah atau melalui retakan retakan pada dinding dan berasal dari bak mandi atau tempat mandi yang seharusnya waterproofing.
Dalam mengurangi serangan alkali dan rembesan air pada dinding dapat menggunakan Acian Putih TR30 sebagai acian. Berikut beberapa fungsi lain Acian Putih TR 30
1. Membantu melindungi bagian dinding yang terbuka dengan penambahan aditif yang bersifat  waterproofing  seperti bonding agent / lem putih.
2. Membuat ikatan yang kuat dengan kualitas cat 100% Acrylic untuk kondisi eksternal.
3. Memperbaiki retakan didinding yang diakibatkan bekas   saluran pipa dengan penambahan latek atau lem putih.
Pengecatan pada TR 30 Acian Putih
Pengecatan pada TR 30 untuk kondisi luar disarankan sebelumnya menggunakan eksternal cat dasar 100% acrylic,untuk mendapatkan ikatan yang lebih kuat dan membantu mengurangi masalah alkali yang mungkin datang dari pasangan bata dan plaster. Setelah itu aplikasikan 2 lapis eksternal cat warna 100% acrylic
Pada pengecatan dinding dalam dapat menggunakan 2 lapis internal cat mengandung styrene/vinyl Acrylic.
Cat acrylic kualitas yang lebih tinggi akan memberikan ketahanan yang baik terhadap alkali  dan UV, warna tidak mudah memudar, fleksibel, lebih tahan air dan noda.
 
Sebelum pengecatan pastikan dinding kering, kadar air dibawah 15% dan hindari penambahkan air dalam mengecat karena hal ini mengurangi kualitas cat.
TR30 Acian Putih memberikan manfaat yang besar bagi pemilik dan kontraktor dengan hasil yang berkualitas tinggi dan harga yang lebih murah daripada metode tradisional.
Apabila tukang sudah mengerti dan tahu bagaimana cara mengaplikasikan TR 30 dengan benar, mereka dapat menyelesaikan aplikasi acian lebih cepat dan dengan hasil yang halus dan rata
Jika Anda membutuhkan saran teknis teknis atau pelatihan untuk proyek silahkan hubungi pusat pelayanan pelanggan kami, gratis.

Design Minimalis membawa Permasalahan Baru pada Kontraktor

Kecenderungan saat ini untuk desain perumahan di Indonesia disebut “minimalis” yang mana desain diatas hanya bagian-bagian yang diperlukan saja. Hal ini menjadi slogan yang dikenal sebagai “Kurang adalah keunggulan”. Trend diatas sayangnya untuk kontraktor, malah membuat perlindungan  dari cuaca menjadi kurang, dan lebih memberikan banyak masalah untuk konstruksi. Kebanyakan Kontraktor, Mandor, Tukang dan Arsitek tidak menyadari secara detail dan pekerjaan tambahan yang diperlukan untuk membuat rumah tahan lama dan nyaman untuk tinggal.
1. Atap pada bangunan minimalis biasanya tidak menutupi semua dinding dan bukaan. Dinding dibiarkan terkena hujan dan matahari tanpa perlindungan Waterproofing. Hal ini meningkatkan risiko bocor serta menciptakan dinding dan jendela menjadi panas. 
2. Atap datar membutuhkan membran tahan air untuk menghindari bocor ke lantai bawah dan di bawah dinding.


3. Beton yang menjorok keluar harus memiliki alur tetes (tali udara) di bawah tepi untuk menghentikan air yang mengalir ke bagian atas dinding dan jendela.
4.Sambungan pada bagian Vertikal antara dinding bata dan kolom beton struktural harus memiliki alur ekspansi (tali udara) untuk membuat celah apa bila terjadi pergerakan dan retak tetap lurus dan berada di dalam alur.

     

5. Menggunakan Acian Semen di dinding luar akan mudah retak dan delaminate karena adanya sinar matahari yang ekstrem dan hujan,yang terbaik adalah menggunakan bahan yang elastis yaitu skimcoat mortar yang tahan air atau TR 30 Acian Putih ditambahkan dengan 2% lem putih.
6. Bagian atas dinding yang memanjang dapat menggunakan TR30 Acian Putih dengan menambahkan 2% lem putih kemudian ditutup dengan cat waterproofing untuk mencegah penetrasi air. 




Desain Rumah Tradisional Jawa mempunyai atapnya yang luas dan memberikan perlindungan dari hujan dan matahari terhadap dinding dan jendela. Atap tinggi juga dapat membantu untuk menjaga rumah lebih dingin dan lantai yang berada di atas permukaan tanah agar tetap kering.
Banyak bagian-bagian desain yang baik telah hilang dengan adanya trend desain minimalis.

Minimalisasi internal bukan berarti juga tidak ada pintu, profilan jendela atau profil atap. Elemen-elemen ini memiliki fungsi untuk menutupi  antara bahan yang berbeda, kayu ke plester atau atap gypsum ke plester.Tanpa profilan para desainer / kontraktor harus membuat untuk jarak / alur retak atau garis bayangan di mana bahan yang berbeda bertemu.


  Contoh desain minimalis yang baik dengan atap lebar dan tinggi yang juga mencakup dinding atas yang terbuka dan bagian beton di atas jendela. Beton yang menjorok juga menggunakan tali air.